Yayasan Novaloka Cakrawala Asa berdiri berkat kepedulian seorang sosok sederhana, Bapak Andri Sulistiyono, yang sehari-hari berprofesi sebagai kurir paket. Kehidupannya berubah setelah beliau ditinggal pergi anak dan istrinya. Peristiwa itu menumbuhkan tekad kuat untuk mengabdikan hidup di jalan kebaikan. Dari hati yang tersentuh itulah, beliau berkomitmen mencurahkan tenaga dan waktunya demi membantu anak-anak kurang mampu agar tetap memiliki harapan masa depan yang cerah
Program Rumah Belajar Surabaya lahir dari kisah inspiratif pendirinya, Andri Sulistiyono. Berawal dari profesi sebagai kurir paket, beliau menjalani kehidupan yang sederhana. Namun, setelah ditinggal pergi anak dan istrinya, beliau merenungkan arti hidup. Dari peristiwa itu tumbuh kepedulian mendalam terhadap anak-anak lain yang juga merasakan pahitnya keterbatasan dan kehilangan kasih sayang. Dengan ketulusan hati, Andri mendirikan Yayasan Novaloka Cakrawala Asa sebagai wadah untuk memberikan pendidikan gratis, perhatian, dan cinta kepada anak-anak yang membutuhkan.
Yayasan ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga wujud nyata cinta seorang ayah yang ditinggal pergi keluarganya, namun memilih untuk menyalurkan kasih sayangnya kepada anak-anak yang kurang mampu. Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah yang mengalir, sebagaimana cita-cita pendirinya, Andri Sulistiyono, untuk mengabdikan hidup di jalan kebaikan.
Program Rumah Belajar Surabaya lahir dari kisah inspiratif pendirinya, Andri Sulistiyono. Berawal dari profesi sebagai kurir paket, beliau menjalani kehidupan yang sederhana. Namun, setelah ditinggal pergi anak dan istrinya, beliau merenungkan arti hidup. Dari peristiwa itu tumbuh kepedulian mendalam terhadap anak-anak lain yang juga merasakan pahitnya keterbatasan dan kehilangan kasih sayang. Dengan ketulusan hati, Andri mendirikan Yayasan Novaloka Cakrawala Asa sebagai wadah untuk memberikan pendidikan gratis, perhatian, dan cinta kepada anak-anak yang membutuhkan.
Yayasan ini bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga wujud nyata cinta seorang ayah yang ditinggal pergi keluarganya, namun memilih untuk menyalurkan kasih sayangnya kepada anak-anak yang kurang mampu. Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah yang mengalir, sebagaimana cita-cita pendirinya, Andri Sulistiyono, untuk mengabdikan hidup di jalan kebaikan.